SDM

SUMBER DAYA MANUSIA

Perekrutan biasanya dilakukan secara serentak bersamaan dengan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara nasional dengan menggunakan standar persyaratan umum nasional dan khusus seperti syarat minimal IPK 3,0 (skala 4). Dalam sistem seleksi, perekrutan dan penempatan ada pedoman tertulis yang sangat lengkap dan dilaksanakan secara konsisten.Rekrutmen/seleksi dosen dan tenaga kependidikan berpedoman pada Peraturan Pemerintah RI No 98 Tahun 2000 tentang pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Peraturan Pemerintah RI No 11 Tahun 2002. Panduan seleksi ini dapat dilihat di website www.unila.ac.id yang berupa Pengumuman Rektor tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Unila dengan nomor 4823/UN26/KP/2013. Untuk seleksi/perekrutan tenaga kependidikan lainnya, program studi mengusulkan kebutuhan pada fakultas. Kemudian pimpinan fakultas meneruskan ke pimpinan universitas. Selanjutnya universitas mengumumkan lowongan pekerjaan dosen dan tenaga pendukung lainnya melalui media lokal dan juga situs Unila. Proses seleksi dilakukan oleh universitas dengan melibatkan fakultas dan program studi

Seleksi administrasi dilakukan untuk semua lamaran yang masuk. Pelamar yanglolos seleksi administrasi berhak mendapatkan nomor tes CPNS untuk tahap seleksiberikutnya yaitu :

  1. tes kompetensi dasar
  2. tes kompetensi bidang

Nilai hasil tes dari tim panitia penguji untuk tiap tahapan diserahkan ke tim panitia di tahapan berikutnya dan perhitungan akhir dilakukan oleh tim panitia seleksi CPNS tingkat universitas.

Penempatan

Setelah proses rekrutmen dan seleksi selesai, tahapan berikutnya adalah penempatan. Untukpenempatan dosen, disesuaikan dengan bidang keahlian yang dilamar dan yang tercantum dalam SK,termasuk untuk, tenaga kependidikan, dan staf administrasi.

Pengembangan

Bagi CPNS yang telah menerima SK 80 %, wajib mengikuti prajabatan. Untuk meningkatkan kompetensi dosen-dosen baru tersebut diwajibkan untuk mengikuti Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), Applied Approach (AA), pelatihan metodologi penelitian, pelatihan metodologi pengabdian dan pelatihan-pelatihan lain yang menunjang kemampuan dosen dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu program studi juga meningkatkan pengembangan kemampuan mengajar dosen, dengan mengadakan berbagai kegiatan pelatihan/lokakarya/workshop yang sesuai dengan perkembangan terbaru. Untuk meningkatkan sumber daya dosen selain pelatihan-pelatihan tersebut, program studi mewajibkan dosen yang berpendidikan S1 agar segera melanjutkan pendidikan ke S2 dan dosen yang berpendidikan S2 untuk melanjutkan pendidikan S3. Program studi memberikan pembinaan terhadap dosen dengan memberikan motivasi seperti motivasi dalam hal terus melanjutkan pendidikan sampai jenjang tertinggi, mengurus kenaikan pangkat, meningkatkan kinerja dan lain-lain serta menciptakan suasana kerja yang kondusif.

Program studi juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kependidikandenganmengikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh fakultas ataupun perguruan tinggi sendiri atau instansi/ perguruan tinggi lain seperti pelatihan: kemampuan menggunakan komputer, mengoperasikan peralatan, memperbaiki peralatan, pengelolaan laboratorium untuk teknisi/laboran atau pengelolaan administrasi jurusan untuk staf administrasi.

Program studi pun melaksanakan pelatihan bagi ketua/sekretaris program studi atau dosen untuk peningkatan kinerja program studi terutama bila ada hal-hal baru yang penerapannya harus melibatkan berbagai unsur di universitas seperti penerapan SIAKAD online, e-learning dan active learning.

Retensi

Saat ini Program StudiEkonomi Pembangunan memiliki 30 orang dosen dengan kualifikasi akademik yang bergelar S3 = 8 orang atau 26,67%, yang bergelar minimal S2 = 29 orang atau 96,67%. Dari yang saat ini bergelar S2 ada 6 orang yg sedang melanjutkan pendidikan ke S3 dan 1 orang yang masih S1 sedang melanjutkan ke S2. Berdasarkan jumlah mahasiswa dan jumlah dosen, rasio dosen: mahasiswa di Program Studi Ekonomi Pembangunan saat ini adalah 1:17. Dilihat dari komposisi umur perlu segera dilakukan perekrutan dosen, karena sebagian besar dosen (67%) berusia di atas 40 tahun (Tabel 4.3.1). Dengan demikian, akan terjadi keadaan sekelompok dosen yang memiliki usia hampir sama akanpensiun dalam waktu yang sama, sehingga akan mengganggu kinerja jurusan secarakeseluruhan. Untuk mengatasi masalah ini, jurusan sudah mencanangkan untuk merekrut 1 orang dosen baru setiap 2 tahun, untuk menghindari adanya penumpukan kembali kelompok usia dosen yang sama di masa yang akan datang. Jurusan juga sudah mengusulkan penambahan dan rotasi staf pendukung pendidikan, terutama untuk tenaga laboran sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja laboratorium dalam melayani pelaksanaan praktikum dan mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian di jurusan.

Pemberhentian

Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan sebagai pegawai negeri sipil mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil terdiri dari:

  1. Pemberhentian atas permintaan sendiri;
  2. Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun;
  3. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi;
  4. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran/ tindak penyelewengan;
  5. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani;
  6. Pemberhentian karena meninggalkan tugas;
  7. Pemberhentian karena meninggal dunia;
  8. Pemberhentian karena lain-lain.

Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan pada Program Studi Ekonomi Pembangunan padaumumnya karena memasuki usia pensiun. Usia pensiun untuk profesor adalah 70 tahun, dosen dengan jabatan akademik sampai dengan lektor kepala adalah 65 tahun serta tenaga kependidikan adalah 58 tahun.

Data dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang PS

GAMBARKlik Gambar Untuk memperbesar

     

Program Studi Ekonomi Pembangunan © 2016 Frontier Theme